Perbedaan Waktu yang Unik Indonesia dengan Jerman

By in Hidup di Jerman on 25 Februari 2016

Jerman, salah satu negara besar di Benua Eropa ini memang memiliki keunikan tersendiri. Jerman dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Eropa yang melahirkan banyak filsuf terkenal, mulai Immanuel Kant hingga Friedrich Nietzsche.

Selain itu, Jerman juga memiliki lebih dari 300 institusi pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh negeri. Perguruan tinggi di sini menawarkan jurusan dengan gelar internasional, mulai Bachelor (S1), Master (S2), hingga Ph.D (S3).

Hal menarik lainnya adalah fakta bahwa negara ini pernah pecah menjadi dua bagian, Jerman Barat dan Jerman Timur, usai kekalahan pada Perang Dunia II. Untungnya, kedua negara tersebut menyatakan bersatu kembali pada tahun 1990 yang ditandai dengan dihancurkannya Tembok Berlin.

Lalu, keunikan lain negara yang pernah membangga-banggakan ras Arya ini adalah dimensi waktu. Dimensi waktu Jerman mengacu pada GMT+1, sehingga memiliki perbedaan waktu selama lima jam dengan Waktu Indonesia Barat (WIB).

Standard_time_zones_of_the_world-wikimedia

Penyebutan waktu pada periode ini adalah Central European Summer Time (CEST) atau waktu musim panas. Namun, ada suatu masa, yakni pada setiap Oktober, perjalanan waktu di Jerman akan dimundurkan satu jam dari waktu aslinya, atau disebut CET (Central European Time).

Karena dimundurkan satu jam, maka pada periode CET, perbedaan waktu antara Jerman dengan WIB menjadi berselisih enam jam. Perubahan dengan penambahan 1 jam ini sudah ditetapkan tiap tahun, berkisar di akhir Oktober dan akhir Maret, atau saat musim dingin tiba. Momentum ini kemudian disebut dengan daylight saving time (DST).

Meski fenomena DST secara umum tidak menyebabkan waktu (jam) bertambah, namun negara dengan empat musim seperti Jerman akan memiliki perbedaan dalam hal waktu pagi, siang, dan malam. Ketika musim panas, waktu siang hari akan terasa lebih lama, dan matahari akan bersinar kurang lebih 18 jam setiap harinya. Temperatur udara pun bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Sebaliknya di musim dingin, temperatur udara bisa mencapai 0 derajat Celcius. Waktu musim dingin ini biasanya dimulai pada hari Minggu terakhir di bulan Oktober. Dan tepat pukul 03.00, waktu di Jerman akan dimundurkan kembali satu jam menjadi 02.00.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *